Welcome To My Blog, Enjoy!
Powered by Blogger.
Saturday, 22 March 2014

Jadi ceritanya kamu sedang di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dan menunggu teman kamu yang terbang dari Balikpapan membawa tahu bakso kesukaanmu. Bagaimana cara mengetahui bahwa pesawat yang ditumpangi teman kamu baru sampai di atas Laut Jawa? FlightRadar24 jawabannya. 

Bagaimana pesawat tidak bertabrakan satu dengan lainnya di udara? apakah jika pesawat akan terbang dari satu bandara ke bandara lainnya hanya tinggal lurus saja? hal- hal seperti ini banyak menjadi suatu misteri bagi banyak orang.

Era teknologi kini semakin canggih, termasuk sistem data transponder dari pesawat. sistem data transponder dari pesawat.sistem data transponder pesawat yang terkini sudah dilengkapi dengan ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast). Sistem ini memancarkan data
dari pesawat tersebut seperti posisi pesawat berdasarkan GPS (Global Positioning System), kecepatan, arah, ketinggian, nomoor registrasi pesawat bahkan ada beberapa diantaranya
mampu menampilkan bandara kedatangan, jarak antar bandara, waktu keberangkatan dan waktu kedatangan sesuai yang terprogram di dalam sistem komputer pesawat.

Bagaimana ADS-B Bekerja?
Sinyal ADS-B yang dipancarkan oleh pesawat ditangkap dengan antena dan alat penerima khusus di darat. Dari alat penerima di darat ini, informasi dari pesawat tersebut disebarkan melalui jaringan internet abgi pihak yang membutuhkan. Jangkauan sinyal ADS-B juga terbatas, sehingga semakin banyak antena  dan alat penerima di darat akan lebih baik, selain itu juga pasti memperluas area cakupan FlightRadar24. Bagi masyarakat umum, dapat mengakses www.flightradar24.com melalui komputer. Dan jika di Android, dapat didownload aplikasinya FlightRadar24 di Google Play, untuk pengguna Apple dapat mendownloadnya di App Store dengan kata kunci 'Flight Radar 24'.

Screenshot:
tampilan FlightRadar24 di Android
  

melihat padatnya traffic pesawat udara di seluruh dunia

salah satu fitur FlightRadar24





Check this out »»  
Thursday, 13 March 2014

Bayangkan jika kamu adalah sebuah serangga kecil dan kamu masuk ke dalam gua yang gelap tetapi tidak gelap gulita dan  di atas kamu, kamu melihat cahaya samar sepert langit berbintang lalu kamu naik ke atas menuju sumber suara seperti malaikat yang berasal dari cahaya tersebut.

Tiba-tiba , kamu terperangkap pada sebuah penghalang yang tak terlihat . Sebuah perangkap yang menakutkan . kamu mulai naik ke atas lebih tinggi dan semakin tinggi . Di atas kamu ada sinar bintang. Yap , kamu sudah terlambat ,bahwa bintang yang kamu lihat sebenarnya adalah daya tarik yang melekat pada bagian belakang larva sangat lapar . Sebuah larva , pada kenyataannya , yang mengangkat perangkap lengket untuk memakan kamu .

Itulah kisah dari gua Glowworm  yang terletak di Selandia Baru , dan itu sebuah kisah keindahan yang jahat . Di dalam gua ini kita berasa seperti menjadi salah satu planet yang paling luar biasa di alam semesta dimana disekilling kita adalah cahaya yang berkelap kelip seperti bintang dan planet  seperti pada galaksi Bima Sakti . Begitu indah dan mempesona.

Yang ada di dalam Gua glowworm itu bukan cacing tetapi adalah larva nyamuk jamur (Fungus Gnat Larvae) serangga predator dan cannabalistic . Segelintir spesies hanya ditemukan di Selandia Baru dan di Australia timur. Ketika baru menetas panjang larva hanya beberapa milimeter, tetapi segera berputar  membentuk serangkaian tali pancing lengket itu yang menggantung di langit-langit gua dan juga seperti manik-manik yang berkilauan.
Setelah membentuk puluhan putaran 30-40 cm , lalu menciptakan kilauan yang merupakan lampu mematikan. Kebiasaan dari makhluk dengan nama latin : Luminosa arachnocampa , cacing jerat bercahaya adalah memancarkan cahaya dan menunggu mangsa yang terjerat.

Keindahan yang mematikan:
menelusuri gua Glowworm

Gua Glowworm, Waitomo, Selandia Baru

subhanallah kumpulan fungus gnat larvae seperti alam semesta

serangga malang yang terjerat

source : scientificamerican.com





Check this out »»  
Saturday, 8 March 2014


Cukai dikenakan terhadap barang tertentu yang mempunyai sifat dan karakteristik yang ditetapkan dalam undang-undang. Sifat atau karakteristik tersebut terdiri dari (i) konsumsinya perlu dibatasi, (ii) peredarannya perlu diawasi, dan (iii) pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan.
Minuman bersoda sebagai barang kena cukai baru
Pengenaan tarif cukai kepada minuman soda dikarenakan komoditi ini berbahaya bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Dampak negatif konsumsi berlebih dari minuman ini dapat menyebabkan gangguan ginjal, meningkatkan risiko terkena diabetes, asam urat, gangguan lambung, hati, usus dan obesitas.

Beberapa hal negatif dari Minuman bersoda
  1. Menaikkan berat badan, minum satu kaleng soda tiap hari dalam sebulan akan menaikkan berat badan sebanyak setengah kilogram.
  2. Tidak ada nilai gizi dalam soda, saat kehausan atau setelah berpuasa, tubuh membutuhkan cairan yang bernutrisi. Sedangkan soda tak memiliki nilai gizi di dalamnya. Minuman ini hanya akan menjadi ‘limbah’ dalam tubuh.
  3. Meningkatkan risiko diabetes, tingginya kadar gula dalam soda mampu meningkatkan risiko Anda terkena diabetes.
  4. Soda dapat menyebabkan osteoporosis, bila meminum soda dengan kandungan kalsium rendah, Anda bisa terkena keropos tulang atau osteoporosis.
  5. Soda bisa merusak gigi, kandungan senyawa soda mampu mengikis dan merusak lapisan enamel gigi. Sehingga gigi jadi mudah berlubang dan rusak.
  6. Soda berefek terhadap kerusakan ginjal, orang yang gemar minum soda berisiko lebih besar terkena batu ginjal serta kerusakan pada ginjal.
  7. Memicu penyakit maag, soda menjadikan peminumnya berpeluang lebih besar terkena dan memperparah penyakit maag.
  8. Soda menimbulkan dehidrasi, kadar kafein dan gula dalam soda dapat menyebabkan tubuh dehidrasi.
  9. Soda mengacaukan sistem pencernaan, ketahuilah asam dalam soda tidak bereaksi dengan baik dalam sistem pencernaan.
  10. Diet soda berbahaya, soda diet mengandung pemanis buatan aspartam yang diakitkan dengan beberapa gangguan seperti fenilketonuria.

Dari hal negatif di atas kita dapat menyimpulkan bahwa minuman bersoda layak dikenakan sebagai objek karena memenuhi semua karakteristik objek kena cukai sehingga pemerintah dapat mengurangi konsumsi minuman bersoda dan juga mengurangi dampak negatif bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Perkiraan Tarif cukai yang Bisa Dikenakan pada Minuman Bersoda

Ada lima perkiraan tarif cukai yang bisa diterapkan untuk minuman ringan berkarbonasi yang berpemanis (soda) mulai dari seribu hingga lima ribu rupiah per liter. Yang akan dikenakan cukai adalah pengusaha pabrik atau produsen dan importir yang memiliki izin berupa nomor pokok pengusaha barang kena cukai..
Perkiraan potensi penerimaan dari tarif tersebut cukup signifikan yaitu,
-       Jika tarif cukai Rp 1.000, negara bisa memperoleh Rp 0,79 triliun.
-       Jika tarif cukai Rp 2.000, negara bisa memperoleh Rp 1,58 triliun.
-       Jika tarif cukai Rp 3.000, negara bisa memperoleh Rp 2,37 triliun.
-       Jika tarif cukai Rp 4.000, negara bisa memperoleh Rp 3,16 triliun.
-       Jika tarif cukai Rp 5.000, negara bisa memperoleh Rp 3,95 triliun.
Dan semua itu bisa masuk ke kas negara.

Kapan terutangnya cukai pada minuman bersoda

Sesuai pasal 3 ayat (1) Undang-undang Cukai dinyatakan bahwa :
  • BKC yang dibuat di Indonesia terutang cukai pada saat selesai dibuat menjadi Barang Kena Cukai.
  • BKC yang berasal dari impor terutang cukai pada saat pemasukannya ke dalam Daerah Pabean Indonesia.

Jadi, minuman bersoda terutang cukai pada saat selesai dibuat menjadi BKC.Minuman bersoda yang berasal dari impor terutang cukai pada saat pemasukannya ke dalam Daerah Pabean Indonesia.

Pelunasan cukai minuman bersoda

Pelunasan dengan cara membubuhkan tanda pelunasan cukai lainnya yaitu dengan barcode atau hologram yang terbuat dari bahan khusus yang tidak mudah rusak.Untuk minuman bersoda yang dibuat di Indonesia, pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya harus dilakukan sebelum dikeluarkan dari pabrik dan yang di impor, pembubuhan tanda pelunasan cukai lainnya harus dilakukan sebelum barang kena cukai di impor untuk dipakai.
Check this out »»  

Search

Loading...

Contact

Visitors