Home » All posts
Saturday, 14 September 2013
Gregor Hanuschak, pencipta sarung setir unik yang bisa menjadi solusi untuk menghilangkan rasa jenuh di kala macet. Perangkat yang berupa sarung setir ini dilengkapi tombol yang bisa digunakan untuk memainkan drum. Sehingga pengemudi bisa melepaskan kejenuhannya dengan bermain seolah-olah setir kemudi mobil adalah drum. Caranya cukup dengan menepuk-nepuk punggung sarung setir, maka akan terdengar suara dentuman drum dan simbal yang bisa disetting sesuai selera
Dengan hanya menginstal aplikasinya di iPhone dan memasang perangkatnya pada setir mobil , jadi tidak perlu jenuh lagi jika berhadapan dengan macet di jalanan. Harga Smack Attack ini berkisar 225 USD atau sekitar 2,7 juta rupiah
Dari pada ngantuk saat macet:
Mending asik dengan Smack Attack:
Label:Info,Otomotif,Tips | 2
komentar
Tuesday, 13 August 2013
Ban adalah komponen penting pada kendaraan. Apapun kendaraannya (mobil, motor, sepeda, angkutan umum, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu diperhatikan agar kinerja (grip/daya cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan umur pakai ban menjadi lebih panjang.
Jika tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang disarankan, maka bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang tapaknya menjadi lebih sedikit yaitu hanya pada daerah pinggir ban saja.
Begitu juga jika tekanannya berlebihan dari yang dianjurkan, maka yang menapak hanya daerah tengah ban saja. Akibat dari kekurangan dan kelebihan tekanan gas tersebut adalah tapak ban akan menipis tidak merata, sering orang menyebut 'botak luar, atau botak dalam'. Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi sesuai anjuran, maka bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata. Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin.
Gas Pengisi Ban
Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas oksigen dan 78% gas nitrogen. Dimana campuran gas tersebut didapat dari udara sekitar pompa gas/angin tersebut, atau gas yang kita hirup sehari-hari.
Partikel gas oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas nitrogen, melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil).
Secara perlahan tapi pasti, membuat ban mobil akan berkurang tekanan gas nya dan perlu selalu dicek tekanannya, jika kurang segera tambahkan hingga sesuai anjuran pabrik mobil maupun spek ban yang digunakan. Tekanan gas yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat BBM boros.
Gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban
Dikarenakan partikel gas nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan oksigen (O2), maka N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban.
Selain itu nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar, tidak berbau, dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.
Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas biasa dan yang berisi gas N2, umumnya disepakati dengan menggunakan tutup pentil (ventil) berwarna Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.
Ban Nitrogen:
Keuntungan menggunakan Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban :
- Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
- Daya cengkram dan kinerja ban menjadi optimal (akibat grip yang baik, tekanan yang tidak berkurang)
- Menghemat BBM (tekanan tepat, meringankan kerja mesin)
- Memperpanjang umur pakai ban (tekanan tepat, habisnya ban akan merata)
- Meningkatkan keselamatan (tekanan tepat, grip dan stabilitas terjaga)
- Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang umur elastisitas karet ban)
- Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
- Tekanan ban yang stabil terhadap temperatur ban (mengurangi kecelakaan akibat pecah ban – overpressure)
N2 sendiri sudah digunakan terlebih dahulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum diperkenalkan ke publik untuk digunakan di kendaraan sehari-hari mobil maupun motor.
Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban:
- Harga yang masih mahal
- Perawatan
- Ketersediaan
Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.
Catatan:
Apabila tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas/angin ban seperti biasa yang mudah ditemui di tepi jalan, sebagai langkah darurat.
Namun apabila kita sudah dapat menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban tersebut kembali dikuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni.
Source
Label:Info,Otomotif,Pengetahuan,Tips | 1 komentar
Sunday, 26 May 2013
Pernahkah terpikirkan olehmu untuk bisa senantiasa melacak
anggota keluarga? Family By Sygic adalah app Android dan iOS yang bertujuan
membantu para orang tua agar bisa selalu mengetahui lokasi anak-anaknya.
Tersedia secara gratis pada Google Play Store dan iTunes App
Store, Aplikasi ini mampu melacak lokasi secara real time. Setup yang harus
kamu lakukan tak banyak, Kamu bisa mengelola berbagai akun hanya dengan Id
Administrator. Kamu bahkan bisa mengirimkan pesan instan kepada seluruh anggota
keluarga, meminta rute navigasi, menentukan lokasi aman dan tidak aman, dan
banyak lagi.
Untuk memastikan semua fitur tersebut bisa kamu gunakan,
kamu dan anggota keluargamu harus mengaktifkan GPS pada perangkat. Selain itu,
agar bisa mendapatkan notifikasi kamu harus senantiasa terhubung dengan internet,
melalui kartu seluler maupun Wi-Fi. Hal ini menyebabkan baterai pada perangkat
akan lebih cepat terkuras, karena smartphone-mu selalu mengaktifkan Internet
dan GPS.
Silahkan download aplikasi ini di Google Play Store dan untuk yang menggunakan iOS, kamu bisa download di iTunes.
Screenshots:
Source : PC Plus
Label:Download,Info,Software | 0
komentar
Sunday, 19 May 2013
Menjaga kesehatan telinga tidak cukup dibersihkan dengan
cotton bud saja. Masih ada beberapa cara yang harus kamu lakukan demi kesehatan
organ pendengaran. Mungkin kamu merupakan salah satu orang yang memperhatikan
kebersihan telinga dengan memakai cotton bud saja. Namun, kamu juga harus
memperhatikan kebersihan dan menjaga organ pendengaran dengan tepat.
Lalu bagaimana cara merawat telinga agar tetap sehat? Simak caranya
berikut ini:
1. Bersihkan bagian luarnya saja
Dalam keadaan normal, telinga memiliki
kemampuan untuk membersihkan diri. Bentuk lubangnya yang bersudut serta lapisan
bulu-bulu halus akan menjaga dari masuknya kotoran berlebih. Jadi, kita tak
perlu repot membersihkan sampai ke bagian dalam, cukup sampai daun telinga atau bagian luar lubang. Jika dirasa kotoran
telah menumpuk dan menyebabkan pendengaran sedikit terganggu, jangan mengoreknya
sendiri. Datanglah ke dokter THT untuk mendapatkan penanganan tepat.
2. Jangan dikorek
Kebiasaan mengorek bagian dalam telinga
menggunakan cotton bud, alat pembersih dengan bahan keras, sama sekali tak disarankan. Cotton bud yang
berukuran besar bisa mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam dan menumpuk. Kotoran
yang menumpuk berpotensi menutupi saluran dan mengganggu pendengaran. Tanpa kita
sadari, cotton bud bisa saja masuk terlalu dalam dan melukai gendang telinga. Sedang
alat lain dengan bahan keras tentu bisa menyebabkan dinding telinga tergores
dan infeksi. Gunakan cotton bud hanya untuk membersihkan bagian luar.
3. Tak perlu terlalu bersih
Tak selamanya bersih itu baik, apalagi untuk
telinga seperti terlalu rajin menghapus lapisan minyak atau serumen yang terdapat
di sekitarnya. Walau lengket, serumen sebenarnya berfungsi mengikat debu, bahkan
serangga kecil yang mencoba masuk. Normalnya, serumen akan mengering sendiri
dan dikeluarkan secara perlahan. Serumen yang telah mengering inilah yang sering
kita anggap kotoran telinga. Jika ingin membersihkannya, lakukan saja seminggu
terlalu sering malah membuat telinga menjadi kering, iritasi dan gatal. Bahkan membuatnya
lebih sensitif dan menghasilkan lebih banyak serumen yang berakibat buruk bagi
pendengaran.
4. Bijak dalam menggunakan earphone
Dalam penilitian yang dilakukan ahli
akustik Professor Huggonet menemukan terlalu sering mendengarkan musik
menggunakan earphone dan headphone dengan suara kencang
berpotensi menyebabkan keshaan telinga dan pendengaran terganggu. Kamu menjadi
kurang peka terhadap bunyi atau malah sebaliknya, terlalu sensitif. Baiknya,
gunakan earphone maksimal 2 jam
sehari lalu istirahatkan pendengaran 6 jam sesudahnya. Huggonet menambahkan,
agar pendengaran tetap bagus, kecilkan saja volume musiknya. Earphone juga menghambat telinga untuk
mengeluarkan kotoran lho..!
5. Jauhi suasana terlalu bising
Suasana yang terlampau bising, seperti
jalan raya, studio musik, atau mendatangi konser juga bisa memperparah kondisi
kesehatan organ pendengaran kamu. Langkah bijak yang bisa kamu lakukan yaitu
mengurangi intensitasnya agar membuat telinga kamu tetap sehat dan pendengaran
berfungsi dengan baik.
6. Kunyah makanan dengan baik
Selain baik untuk kesehatan lambung dan
sangat dianjurkan untuk kamu uang sedang berdiet, kegiatan mengunyah makanan hingga
halus ternyata memberi dampak positif bagi kebersihan telinga. Saat mulut
bergerak, secara otomatis telinga akan mendorong kotoran ke luar. Selain itu,
mengunyah bisa menjadi solusi agar udara tak terkunci di telinga saat kita naik
pesawat. Itulah sebabnya, kamu disarankan untuk mengunyah permen saat pesawat akan
lepas landas.
7. Manfaatkan eardrops
Sebelum tidur, ada baiknya perhatikan
kebersihkan bantal dan kasur, terutama keberadaan serangga atau semut. Begitu pun
saat berenang. Selain memiliki potensi
besar masuk ke dalam telinga, air juga bisa membawa kotoran masuk. Biar aman,
manfaatkan eardrops saat berenang atau tidur.
Sumber: Ensikla Warta Kota
Label:Good life,Info,Tips | 0
komentar
Friday, 17 May 2013
Light Emitting Diode atau yang akrab disebut LED tak hanya sekedar
part penerang yang mampu memancarkan kilau cahaya. Lampu LED memiliki banyak
keunggulan dan kelebihan seperti hemat energi, ramah lingkungan dan tahan lama.
Selain berbagai macam kelebihan
dan kekurangan lampu LED juga memiliki sisi lemah, yaitu intensitas
cahaya (Lumen) yang dihasilkan termasuk kecil. Kelemahan ini membatasi LED
untuk digunakan sebagai lampu penerangan utama pada kendaraan.
Bagi penggemar modifikasi mobil maupun motor, lampu LED menjadi
komponen wajib untuk dialikasikan. Lampu LED kerap digunakan sebagai penerang
audio system, plat nomor hingga kolong mobil. Selain itu, lampu ini juga
dipakai sebagai pengganti lampu rem dan mundur, sein, lampu senja, dan
lain-lain.
Berikut kelebihan serta kekurangan LED dari berbagai sumber,
Kelebihan LED :
- LED memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan lampu lain, dimana LED
lebih hemat energi 80 persen hingga 90 persen dibandingkan lampu lain.
- LED memiliki waktu penggunaan yang lebih lama hingga mencapai 100 ribu jam.
- LED memiliki tegangan DC yang rendah.
- Cahaya keluaran dari LED bersifat dingin atau cool (tidak ada sinar UV atau energy panas).
- Ukurannya yang mini dan praktis
Kekurangan LED :
- Suhu lingkungan yang lebih tinggi dapat menyebabkan gangguan elektrik pada LED.
- Harga LED per lumen lebih mahal dibandingkan lampu lain.
- Cara penerangan biasa dengan lampu pijar maupun neon dibandingkan menggunakan lampu LED.
- Kelemahan dari LED diatas menyebabkan masyarakat lebih memilih menggunakan lampu biasa.
Sumber : Klasika Warta Kota
Label:Info,Otomotif,Tips | 0
komentar
Subscribe to:
Posts
(Atom)




